TAHUN BARU
Muharram merupakan titik awal penanggalan bulan pertama hijriah. Namun yang banyak dikenal adalah tahun miladiyyah yang lebih dikenal dengan tahun masehi. Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi. Adapun Tahun Masehi terdiri dari dua belas bulan. Awalnya bulan pada tahun masehi itu sepuluh bulan dengan 35 hari. Namun, pada masa perubahan penanggalan Romawi, setahun dibaginya menjadi dua belas bulan. Nama bulan tersebut ada yang diambil dari ritual dan pemujaan para dewa yunani yaitu Januari yang berarti pintu nama bagi bulan petama setelah bulan kesepuluh yang diberikan raja. Janus atau Janu adalah dewa khas romawi penjaga kedamaian dan keamanan, berciri bermuka dua, sebelah ke timur dan sebelah ke barat. Februari, berasal dari kata ferbuarius, yaitu pengampunan atau penebusan dosa,. Orang romawi merayakan tanggal 15 Februari sebagai pesta pengampunan atau Lupercalia yaitu hari perlindungan terhadap Serigala. Maret, dewa bulan Mars (dewa perang). April, bulan khas pemujaan Dewa Amor dan dewa nasib baik fortuna. Mai, bulan untuk Maia anak Dewa Atlas, Juni, untuk Juno, dewi pelindung kaum lemah, terutama perempuan. Ada bulan yang berasal dari persembahan kemuliaan raja seperti Juli, bulan yang dipersembahkan demi kemuliaan Julius Caesar dan Agustus, yang dipersembahkan demi kemuliaan dan kebesaran Kaisar Augustus. Ada pula yang berasal dari tingkatan angka yaitu September, berarti bulan ke tujuh. Oktober berarti bulan ke delapan. November, berarti bulan kesembilan. Dan Desember berarti bulan ke sepuluh.
Sedangkan, Tahun hijriah diploklamirkan oleh khalifah Umar Ibnu Khatab pada Tahun ke dua Hijriyah. Namun, pada akhirnya disempurnakan pada zaman khalifah Ali Bin Abi Thalib. Tahun hijriyah terdiri dari dua belas bulan yaitu Muharram, Shafar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadilula, Jumaditsaniyah, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah dan Dzulhijah. Kalender hijriah merupakan kalender umat islam karena disanalah waktu sebagian syariat islam dilaksanakan. Contohnya shaum wajib ; pada bulan ramadhan, dan shaum sunnah tasyua asyura pada muharram, serta ibadah haji pada bulan dzulhijjah. Awal bulan hijriyah yang merupakan bulan komariah tersebut diawali dengan munculnya hilal (bulan baru).
Kita telah memasuki tahun baru Hijriah 1431. Setiap memasuki bulan Muharram kaum Muslimin selalu mengenang perjalanan hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam beserta para sahabatnya dari Mekah ke Madinah. Komunitas Muslim di Mekah ketika itu berada dalam keadaan tertindas dan terdzalimi, sehingga mereka tidak memiliki pilihan lain selain bermigrasi ke tempat yang baru, yaitu Madinah. Rasulullah sendiri berangkat dari Mekah bersama Abu Bakar al-Shiddiq di malam hari pada akhir bulan Safar tahun pertama Hijriah. Keduanya bersembunyi di gua Tsaur di Selatan Mekah selama tiga hari hingga tanggal 1 Rabiul Awwal. Setelah itu keduanya berangkat menuju Madinah hingga tiba di Quba (di Selatan Madinah) pada hari Senin, 8 Rabiul Awwal. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam membangun sebuah masjid di Quba’ dan menetap di wilayah tersebut selama empat hari. Barulah setelah itu beliau masuk ke Madinah dengan disambut oleh masyarakat kota tersebut. Ada banyak pelajaran yang terdapat di dalam kisah hijrah.
Hijrah secara bahasa berarti perpindahan atau migrasi dari satu tempat ke tempat yang lain. Fenomena migrasi sebetulnya merupakan fenomena yang sangat tua dalam sejarah umat manusia. Sejak awal peradabannya selalu kita dapati sekelompok manusia yang melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Motif perpindahan manusia ini sangat beragam. Banyak orang yang memutuskan untuk bermigrasi karena dorongan ekonomi. Pada zaman dulu mereka berpindah dari satu wilayah yang kurang subur ke wilayah yang lebih subur. Pada masa-masa berikutnya, hingga sekarang ini, manusia berpindah dari satu negeri yang lemah pengelolaan ekonominya ke negara yang lebih menjanjikan secara ekonomi. Orang-orang China yang berpindah dan menetap di banyak negeri di dunia, juga mewakili motif ini.
Terlepas dari motif secara fisik tersebut. Kita dapat mengambil makna yang lebih luas tentang hijrah ini. Di tahun baru hijriah ini kita diharapkan berpindah dari amalan-amalan buruk kepada amalan yang baik. Perpindahan amalan tersebut harus didasari dengan ikhlas karena allah ta’ala bukan karena kedudukan dan wanita. Selain itu segala amal kebaikan kita setelah hijrah secara majazi diharapkan istikomah dan terus memotivasi diri dengan mencari ilmu sebanyak-banyaknya.
Di bulan muharam ini, Allah menunjukan kuasan-Nya dengan adanya dua gerhana yaitu gerhana bulan sebagian dan gerhana matahari cincin. Gerhana Bulan terjadi ketika posisi Matahari-Bumi-Bulan ada dalam satu garis, dan disebut Gerhana Bulan Sebagian karena Bulan hanya tertutup sebagian. Bahkan untuk Gerhana kali ini hanya menutup sebagian kecil sebelah selatan Bulan saja dan berlangsung sekitar satu jam.Gerhana terjadi pada hari Jum’at, 01 Januari 2010 M/15 Muharram 1431 H: Mulai Gerhana : pukul 01.51.54 WIB, Pertengahan Gerhana : pukul 02.22.30 WIB, Akhir Gerhana : pukul 02.53.30 WIB.
Pada gerhana matahari cincin, ujung umbra tidak mencapai permukaan Bumi. Hanya perpanjangan umbra saja (yang disebut antumbra atau anti umbra) yang mencapai permukaan Bumi. Meski seluruh piringan bulan berada di depan piringan matahari, tetapi ukurannya lebih kecil dari piringan matahari, akibatnya tidak seluruh piringan matahari tertutupi. Bagian pinggiran piringan matahari yang tidak tertutupi piringan bulan tersebut, masih bercahaya, sementara bagian tengahnya gelap tertutup piringan bulan. Karena itu gerhana ini dinamakan gerhana matahari cincin. Insya Allah akan terjadi Gerhana Matahari Cincin Pada hari Jum’at, tanggal 29 Muharram 1431 H/15 Januari 2010 M: Mulai Gerhana : pukul 13.44.43 WIB, Pertengahan Gerhana : pukul 15.22.23 WIB, Akhir Gerhana : pukul 16.43.44 WIB.
Gerhana merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT yang harus kita renungkan. Sebagimana dalam Hadits Rasululolah jika terjadi gerhana disunnahkan untuk shalat Gerhana (kusuf/khusuf) dimulai dengan bertakbir, shalat, berdo’a dan bershadaqah. Apalagi di awal tahun 1431 H dan 2010 ini merupakan bahan evaluasi bersama. Kita renungkan apa yang terjadi di tahun 2009 yang lalu ternyata kita banyak ditimpa musibah baik secara geografis maupun social. Secara geografis di tahun 2009 banyak terjadi gempa yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerugian materil seperti bencana situ gintung, gempa tasikmalaya, dan gempa padang. Musibah secara social adalah makin tidak adanya ketidakadilan mencuat dimana-mana seperti kasus korupsi yang meraja lela, mafia peradilan, dan wafatnya para ulama.
Ada hal yang penting dalam memaknai pergantian tahun ini. Makna itu adalah Kiamat Semakin dekat. Fenomena Pesta hedonistic tahun baruan menjadi salah satu cirinya. Lihatlah ciri-ciri yang lain sudah didepan mata sebagaiman digambarkan Rasulullah. Di tahun lalu Mulai bemunculan Dajjal-dajjal seperti pengakuan Nabi palsu Musaddeq,.dan pengakuan malaikat palsu deperti Lia Eden. Merebaknya kemaksiayatan (wanita pengumbar aurat) bahkan sampai ke rumah-rumah kita dengan media televisi, Freeseks dan perzinahan merajalela bahkan LSM kita mensurvai 60 % remaja kita sudah melakukn seks bebas.
Kita tidak tau misteri apa yang terjadi di tahun baru ini, apakah bertambah musibah atau umur kita sampai tahun ini. Oleh karena itu, kita berharap Mudah-mudahan ti tahun baru Hijriyah dan Masehi ini kita semakit bertaqarub kepada Allah. Meningkatkan amal ibadah kita dengan sering mengunjungi rumah Allah. Meningkatkan ilmu dan pengembangan dakwah islamiyah guna terciptanya amar ma’ruf nahyi mungkar. Ditengah kegilaan zaman dan umat yang semakin maju kepada Kiamat kubra. Wallahu a’lam
*Ditulis Pukul 00.00 WIB 1 Januari 2010
0 comments:
Posting Komentar